Kamis, 09 Oktober 2008

LCD versus PLASMA TV....3

Bukan soal LCD Versus Plasma Semata
Perhatian kebanyakan orang saat ini lebih tertuju pada televisi jenis LCD atau paling tidak TV plasma yang memang sedang booming saat ini. Bisa dipastikan setiap toko elektronik modern memajang kedua jenis televisi ini dengan berbagai merek dan model yang sangat variatif.

Kedua jenis layar itu sekarang bahkan diposisikan berhadap-hadapan, mau memilih plasma atau LCD. Sepintas, hampir tidak terlihat bedanya. Keduanya memang lebih diperuntukkan bagi hiburan dalam rumah, terutama terkait dengan format televisi berdefinisi tinggi (high-definition television/HDTV) yang sudah menjalar ke seluruh dunia.

Tujuan utamanya adalah bagaimana bisa "memasukkan" layar bioskop ke dalam rumah, yaitu layar semakin lebar dan tipis serta kualitas resolusinya mendekati kualitas film seluloid. Memang, tidak semua orang membutuhkan bioskop di dalam rumah karena banyak kondisi yang tidak menuntut kebutuhan itu.


Di Indonesia, konsumen tidak selalu membutuhkan HDTV. Pasalnya, selain belum ada siaran HDTV, pemutar film untuk HDTV masih mahal dan sangat sedikit film yang tersedia.

Bukanlah hal yang aneh apabila televisi tabung sinar katode (CRT) masih merupakan jenis yang paling diminati, terutama karena harganya yang paling rendah dibandingkan dengan jenis yang lain. Harganya bukan hanya tertekan oleh kompetisi dari berbagai jenis televisi atau monitor, tetapi juga hadirnya produk-produk murah dari China.


Televisi CRT memiliki karakter layar dengan perbandingan 4:3, rasio ini sepertinya tidak berubah sejak televisi diciptakan. Konsep home theater membawa perbandingan layar lebar atau 16:9 sehingga tidak cocok ketika digunakan untuk menayangkan siaran televisi konvensional seperti yang ada di Indonesia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar