Kamis, 09 Oktober 2008

LCD versus PLASMA TV....3

Bukan soal LCD Versus Plasma Semata
Perhatian kebanyakan orang saat ini lebih tertuju pada televisi jenis LCD atau paling tidak TV plasma yang memang sedang booming saat ini. Bisa dipastikan setiap toko elektronik modern memajang kedua jenis televisi ini dengan berbagai merek dan model yang sangat variatif.

Kedua jenis layar itu sekarang bahkan diposisikan berhadap-hadapan, mau memilih plasma atau LCD. Sepintas, hampir tidak terlihat bedanya. Keduanya memang lebih diperuntukkan bagi hiburan dalam rumah, terutama terkait dengan format televisi berdefinisi tinggi (high-definition television/HDTV) yang sudah menjalar ke seluruh dunia.

Tujuan utamanya adalah bagaimana bisa "memasukkan" layar bioskop ke dalam rumah, yaitu layar semakin lebar dan tipis serta kualitas resolusinya mendekati kualitas film seluloid. Memang, tidak semua orang membutuhkan bioskop di dalam rumah karena banyak kondisi yang tidak menuntut kebutuhan itu.

Senin, 29 September 2008

LCD versus PLASMA TV....2

Selain teknologi layar TV menghadirkan layar datar LCD, juga dikembangkan teknologi TV plasma. Awalnya saya berpikir itu hanya jenis lain teknologi LCD, tapi teringat dengan cerita sains fiksi Star Trek di mana banyak diperkenalkan kosakata plasma seperti pada warp drive atau torpedo plasma yang terpasang berderet pada lambung kapal Enterprise –iya kapal, bukan pesawat!– saya jadi berpikir –dan mencari-cari– lagi apa sebenarnya arti plasma dalam ilmu fisika.

Kata plasma kita kenal sebagai istilah dalam ilmu hayati, terdapat dalam darah sebagai cairan di antara sel-sel darah, atau pada makhluk bersel tunggal sebagai cairan pengisi selnya. Lalu, apa artinya dalam ilmu fisika? Mari kita mengenal bintang terdekat kita, yaitu matahari, sebagai pengantar pemahaman yang lebih praktis, ilmiah dan alamiah, yang tentu lebih sederhana untuk dicerna daripada bualan tentang TV plasma yang tak terbeli.

LCD versus PLASMA TV....1

Bagi Anda yang berencana untuk beralih dari tv tabung ke tv plasma atau lcd, berikut beberapa info dan tips mengenai perbedaan, kelebihan dan kekurangan masing-masing produk tersebut, berdasarkan pengalaman pribadi, semoga bisa bermanfaat.

Bulan Maret lalu saya mengambil LG plasma tv dari elektronic solution terdekat, berukuran 42 inch dengan internal recorder dan HD ready, dengan harga berkisar 11.5jt Rupiah. Menurut sales counternya, masa pakai plasma tv adalah sekitar 40.000 jam, atau bila dirata-rata bisa berkisar 10 tahun, sedangkan pada lcd, bisa berusia 60.000 jam masa pakai, yang berarti 50% lebih lama dari plasma.

Alasan utama saya memilih tv plasma adalah layar yang solid terbuat dari kaca padat, berbeda dengan lcd yang merupakan panel lcd lunak dan sensitif terhadap goresan dan tekanan (mirip dengan layar lcd monitor atau laptop Anda), jadi saya berfikir bahwa plasma akan relatif lebih aman dari goresan dan benturan pada layar sekiranya pembantu atau istri saya di rumah sedang menggunakan tongkat pel ataupun sapu dan peralatan bersih-bersih lainnya.

Sabtu, 01 Maret 2008

Teknologi HDTV

Perangkat audio visual, semakin canggih. Teknologi high definition (HD), mata akan semakin dimanjakan dengan kualitas gambar yang super tajam.

Perkembangan teknologi pertelevisian, semakin memanjakan penggunanya. Kebutuhan pengguna televisi pun, rupanya berkembang sesuai perkembangan teknologi.Yang awalnya cukup dengan gambar hitam putih, kini televisi harus berwarna. Dulu cukup dengan ukuran 14 inci, sekarang paling tidak harus 21 inci.

Dalam rangka memberikan kenyamanan yang lebih pulalah, kini ada teknologi televisi HD. Televisi dengan teknologi HD menawarkan gambar yang tajam dan lebih detail. Dengan hadirnya teknologi HD, gambar yang bagus tidak hanya ditentukan oleh warna yang bagus. Kini gambar dapat dikatakan bagus, jika memiliki detail warna yang sempurna, dan efek dimensi yang luas.

Rabu, 27 Februari 2008

DIRECT COOLING

Pendinginan dengan evaporative cooling mempunyai sejarah yang panjang, jauh lebih tua dari pendinginan dengan menggunakan refrigeran buatan www.wescorhvac.com/index.htm. Mekanisme terjadinya evaporative cooling diperlihatkan seperti pada gambar 1. Air sebagai refrigeran diteteskan ke dalam kotak. Dari arah kiri, dihembuskan udara sehingga terjadi penguapan (evaporasi) air yang ada di box. Akibat penguapan air, terjadi penyerapan kalor dari udara yang dihembuskan, sedemikian sehingga diperoleh udara keluaran yang lebih dingin. Pada direct evaporative cooling, udara yang dihembuskan langsung berhubungan dengan udara luar, sebaliknya pada indirect evaporative cooling, udara luar dilewatkan heat exchanger, selanjutnya heat exchanger menyalurkan panas pada sistem. Mekanisme terjadinya evaporative cooling adalah karena lepasnya molekul air dari ikatannya. Terlepasnya molekul air tersebut dipicu dengan semakin sedikitnya jumlah molekul air di udara pada saat tekanan parsial uap air di udara belum memcapai kejenuhan. Dengan demikian, evaporative cooling ini akan berfungsi baik bila tekanan uap air di udara rendah, dan terhenti bila tekanan uap air sudah mencapai kejenuhan karena terjadinya kesetimbangan.

Jumat, 22 Februari 2008

MENGAPA 1080 PIXEL????

Pada saat kita menyebut kalimat “high definition TV” mungkin sedikit banyak orang yang memahami bahwa image yang ditampilkan melalui layer sebuah monitor televisi terdiri dari 1080 pixel vertical dari 1920 pixel horizontal dan hal ini berarti bahwa pada layer televisi kita terdapat lebih dari 2 milliar pixel (1080 x 1920 = 2.073.600 pixel-pixel), bukankan hal ini sesuatu yang luar biasa?


Lebih lanjut kita cermati bahwa 1080 pixel berasal dari 2 bentuk yaitu interlaced scan dan progressive scan. Interlaced scan umumnya dapat kita temukan pada layer monitor CRT TV dimana sebuah gambar yang dihasilkan dalam sebuah layar terbentuk dengan adanya proses scanning dalam dua langkah process scanning. Langkah pertama dari interlaced scan diawali dengan membentuk tampilan kosong antara garis-garis yang kemudian akan terisi pada langkah kedua. Dimana untuk setiap langkah ini menghabiskan 1/50th (1/60th) dalam 1 detik, dan seringkali diantara kedua langkah tersebut terutama untuk tampilan 1080i pada dasarnya membutuhkan 1/25th (1/20th) dalam satu detik untuk menghasilkan gambar secara sempurna. Hal ini terjadi karena pada dasarnya penglihatan manusia bekerja dengan menyimpan gambar untuk suatu periode waktu tertentu dalam retina mata. Proses interlaced scan melakukan dua kali proses scan yang terpisah dari sebuah gambar yang muncul sebagai sebuah frame. Untuk video 1080i memperlihatkan bahwa terdapat dua field dari 540 garis yang kemudian menghasilkan sebuah gambar video.

Senin, 18 Februari 2008

Terobosan Teknologi TV Samsung

JAKARTA, SRIPO — Dengan teknologi Digital Natural Image engine, DNIe3 TM, Samsung membuat terobosan baru dalam penampilan gambar pada produk televisi Digital Light Processing (DLP). 


Dengan teknologi inovatif ini akan dapat menampilkan gambar dengan resolusi tinggi yang lebih jelas dengan cara memperbaiki gambar, tampilan gambar pada layar televisi akan semakin tampak hidup bagaikan sebuah gambar lukisan saja layaknya.


Bahkan menurut Direktur penjualan PT Samsung Electronics Indonesia (SEI), Christian Sudibyo, Kamis (8/7) produk televisi yang mempergunakan teknologi ini dapat menampilkan gambar yang sangat tajam, karena adanya six times density Enhancer, yang mampu menghidupkan warna alami dengan sempurna. Sedangkan image optimizer, juga melengkapi empat fungsi dari teknologi DNIe.Jr (Digital Natural Image engine Junior) yang terlebih dahulu diluncurkan.

Jumat, 15 Februari 2008

Menuju HDTV

Jika dipaksakan, tayangan televisi konvensional pada layar lebar akan menimbulkan dampak yang mengurangi kenyamanan pemirsanya. Jika disetel sama dengan format aslinya, layar lebar (16:9) akan memberikan gambar yang lebih kecil dibandingkan dengan layar 4:3 pada ukuran televisi yang sama dan, bila dipaksa memenuhi seluruh permukaan layar, tayangan akan tampak gepeng.

Format layar lebar pertama kali sukses diperkenalkan tahun 1953 dalam film The Robe dengan format CinemaScope. Format CinemaScope ini merupakan salah satu format layar lebar yang lebih lebar dari format 16:9 sehingga jika ditampilkan pada layar 16:9 masih akan tampak memotong bagian atas dan bawah secara horizontal.

Kamis, 31 Januari 2008

TANYA JAWAB ELEKTRONIKA

Tren senantiasa bergerak mengikuti perkembangan jaman. Entah itu tren berpakaian, gaya hidup, video games dsb. Tren produk elektronik juga terus berubah seiring dengan semakin cepatnya akselerasi kemajuan teknologi. Bicara tren produk elektronik tidak bisa lepas dari benda kotak bernama TV. Soalnya, dari sekian banyak produk elektronik, TV lah yang paling banyak mengalami perubahan. Dulu TV bentuk besar dengan mengutamakan performa suara diburu masyarakat. Kini orang mulai bosan dan beralih ke flat TV. Intinya, tak ada yang abadi dalam dunia TV.


TV apa yang sedang in hari-hari ini? GM 21 Electronic Plaza Hero Bekasi, Welly CH, adalah orang yang pas untuk menjawab pertanyaan itu. Eksekutif muda ini hafal betul perkembangan tren TV saat ini. Wajar, mengingat ia telah terjun ke bisnis produk elektronik sejak 1997. Berkat pengetahuan dan kemampuan manajerialnya, showroom 21 di Bekasi bisa besar seperti sekarang. Showroom ini bisa besar lantaran mampu memberikan pelayanan yang terbaik dan menyediakan produk elektronik dengan harga murah.

Jumat, 18 Januari 2008

Blue Ray...1

Kini Anda bisa menikmati film dan musik dalam kualitas tertinggi dengan format High Definition melalui sebuah cakram Blu-ray yang akan membawa Anda menuju sebuah era baru dalam hiburan digital.

Sebagai generasi terbaru cakram penyimpan data, Blu-ray memiliki lebih banyak kelebihan dibandingkan dengan keping DVD. Di antaranya adalah:

Kapasitas penyimpan data yang lebih besar

Satu sisi keping cakram Blu-ray mampu menyimpan data hingga 25 gigabita, jauh melebihi kapasitas DVD yang hanya mampu menyimpan data 4,7 gigabita. Pada cakram Blu-ray dua sisi, maka kapasitasnya meningkat menjadi 50GB!