Selasa, 10 Desember 2013

PETANI MUDA BERDIKARI

Teringat ketika ngobrol sama Mas Wahyu Cimeng dan Mas Seto Atmojo tentang seorang pemuda yang ingin mandiri dengan bertani :D, dan tanamannya pun bukan sembarang tanaman, lain dengan yang lain, bahan makanan tradisional yang sudah (hampir) punah : Cantel. Ternyata jenis tanaman ini sudah punah (jarene). Kemudian tanpa sengaja menemukan nama lain dari tanaman ini yaitu Sorghum. Ya namanya Sorghum. Ini hasil kopi pastenya (dari berbagai sumber).

Sebagai negara agraris, Indonesia memang diuntungkan dengan beragamnya komoditas yang bisa dijadikan bahan pangan. Hanya saja sangat disayangkan, sebagai negara penghasil padi, Indonesia masih mengimpor beras dari sejumlah negara. Karena itulah, bahan pangan pengganti diharapkan dapat menjadi jalan keluar agar Indonesia mengurangi impor. Salah satu bahan pangan yang saat ini jadi incaran adalah sorgum.
Sorgum merupakan tanaman yang memiliki adaptasi luas dan tahan terhadap kekeringan. Apalagi untuk menanamnya tidka dibutuhkan lahan yang luas. Tanaman sorgum bisa tumbuh di lahan-lahan marginal seperti lahan kering, basa, masam dan tidak subur, baik musim penghujan maupun kemarau.
Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), Supriyanto mengatakan untuk perawatan tanaman sorgum juga lebih mudah, dipangkas kemudian tumbuh lagi. 
"Biji sorgum inilah yang dapat digunakan sebagai pengganti beras," kata dia saat Seminar Nasional Strategi dan Peran Pendidikan dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional di UPY, Kamis (28/11) lalu.


Bahkan, sambung Supriyanto, Sorgum juga bisa menjadi bahan dasar membuat kue dan roti dan jika dikembangkan dapat dijadikan sereal untuk sarapan pagi. "Dan itu lebih menyehatkan," tambahnya. Artinya, Sorgum menunjang diversifikasi pangan karena setiap satu hektare lahan hanya membutuhkan pemupukan dua kali, pemupukan pertama sebanyak 270 kg dan kedua 200 kg.



Adapun untuk satu hektare produksi biji Sorgum bisa mencapai enam ton, beras sorgum 5,5 ton, tepung Sorgun lima ton dan hijauan Sorgun 80 ton. Sementara, sambung Supriyanto, untuk produksi ethanol mencapai 3.000 liter dan wood pellet 75 ton pertahun.
"Hanya saja saat ini Sorgum belum dikembangkan dengan baik seperti halnya padi dan bahan pangan lainnya. Memang ada daerah sudah mulai memanfaatkan tanaman itu. Seperti di wilayah NTT, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY," jelasnya. Namun untuk produksinya pun masih sedikit, kurang lebih 3 ton-4,5 ton. Yang produksinya cukup bagus adalah Sulawesi Selatan.
Supriyanto menambahkan, Sorgum memiliki banyak manfaat, salah satunya dari kesehatan karena layak dikonsumsi bagi penderita diabetes karena kadar gulanya rendah, baik untuk penderita authis karena rendah glutine. Bahkan Sorgum juga cocok menjadi makanan untuk penderita kanker.

Meski begitu, pengembangan sorgum saat ini masih terkendala pengolahannya. Pasalnya, selama ini pengolahannya masih dilakukan dengan sederhana ditumbuk dijadikan tepung. Oleh karena itu, Supriyanto berharap adanya dukungan dari berbagai pihak terhadap produktivitas Sorgum.


Sorgum / Cantel ( Bahasa Jawa ) / Soba ( Japanese ) / Buckwheat ( US English ) 

Sorgum adalah sumber karbohidrat yang baik dan bergizi, sorgum  tumbuh baik sepanjang tahun dan dapat disajikan sebagai alternatif untuk nasi atau dibuat menjadi bubur. Kebanyakan orang berpikir sorgum adalah kelompok serealia dan manfaatnya sama saja dengan serealia lain. Satu keunggulan utama sorgum, yaitu dia cocok untuk orang yang sensitif terhadap gandum atau biji-bijian lain yang mengandung gluteus protein , yaitu protein penyebab hiperaktif pada anak - anak , dan kelainan alergi pada orang dewasa. Sorgum tidak mengandung Glutein / Gluteus Protein. Sorgum memiliki bunga yang sangat harum dan menarik bagi lebah dan biasa digunakan untuk menghasilkan madu coklat merah beraroma khas.

Sorgum relatif lebih dapat beradaptasi pada kisaran kondisi ekologi yang luas dan dapat berproduksi pada kondisi yang kurang sesuai bila dibandingkan dengan tanaman sereal yang lainnya. Yang terutama adalah sorgum sangat sesuai di daerah yang panas dan hangat. Sorgum dapat bertoleransi pada keadaan yang kering, tetapi juga dapat tumbuh pada daerah yang bercurah hujan tinggi atau tempat-tempat yang tergenang pasang surut . Keadaan lingkungan yang optimum untuk pertumbuhan sorgum adalah sebagai berikut:

Dengan penyebaran hari hujan yang teratur terutama pada saat tanaman berumur 4 - 5 minggu yaitu pada saat perkembangan perakaran sampai pada akhir pertumbuhan vegetatifnya, namun bila dibandingkan dengan tanaman sereal lainnya, sorgum tergolong tahan terhadap kekeringan karena:

a. Bagian tanaman di atas permukaan tanah tumbuh lambat sampai sistem perakaran sudah kokoh.
b. Sorgum membentuk akar-akar sekunder dua kali sebagaimana halnya jagung.
c. Penimbunan silika pada endodermis akan mencegah terjadi tanaman roboh layu selama kekurangan  air.
d. Penampang luas permukaan daun tanaman sorgum hanya setengah dari daun tanaman jagung.
e. Permukaan daunnya dilapisi oleh lapisan lilin dan dapat menggulung bila mengalami kekeringan.
f.  Rasio laju evapotranspirasi pada sorgum kira-kira setengah dari jagung.
g. Sorgum membutuhkan kira-kira 20% air kurang dari jagung untuk menghasilkan sejumlah berat yang sama  biji kering.
h. Tanaman Sorgum dapat bersaing dengan gulma sesaat setelah tanaman tumbuh kokoh.
i. Tanaman sorgum dapat berada dalam keadaan istirahat (dormant) selama musim kekeringan dan memulihkan pertumbuhannya kembali setelah kondisi iklim menjadi sesuai/baik. Sifat tanaman sorgum inilah yang paling istimewa, yang memungkinkan berproduksinya tanaman pada kondisi yang terbatas , ataupun dalam curah hujan yang tak menentu.

IKLIM
Suhu optimum untuk pertumbuhan sorgum berkisar antara 23 - 30° C dengan kelembaban relatif 20 - 40 %.
Pada daerah-daerah dengan ketinggian 800 m dan permukaan laut dimana suhunya kurang dari 20° C, pertumbuhan tanaman akan terhambat.
Selama pertumbuhan tanaman, curah hujan yang diperlukan adalah berkisar antara 375 - 425 mm.

KONDISI TANAH
Sorgum dapat bertoleransi pada kisaran kondisi tanah yang sangat bervariasi. Tanaman ini dapat tumbuh baik pada tanah-tanah berat yang sering tergenang. Sorgum juga dapat tumbuh pada tanah-tanah berpasir. la dapat tumbuh pada pH tanah berkisar 5,0 - 5,5 dan lebih bertoleransi terhadap air tanah bergaram dibandingkan jagung. Tanaman sorgum dapat berproduksi pada tanah yang terlalu jelek bagi tanaman lainnya.

MASA DORMANSI BIJI / BERKECAMBAH
Pada umumnya sorgum memiliki rasio perkecambahan yang baik selama 1 - 2 bulan sejak dipetik dari lahan. Penyimpanan dalam kondisi kelembaban 10 - 12 % masih bisa menghasilkan rasio perkecambahan 50 - 60 % di lahan , selama belum melebihi 2 bulan sejak dipetik. Perkecambahan terjadi 5 - 7 hari sejak ditebar di tanah yang lembab. Perlindungan menggunakan pestisida untuk benih yang ditebar perlu dipertimbangkan.


MANFAAT BAGI KESEHATAN 
Sorgum Baik untuk Sistem Kardiovaskular Manusia
Gandum sering dikaitkan dengan resiko terkena kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. Orang-orang suku Yi dari Cina mengkonsumsi diet tinggi sorgum (100 gram per hari ). Ketika peneliti menguji lemak darah dari 805 orang suku Yi, mereka menemukan bahwa asupan sorgum ditemukan menurunkan kolesterol serum total, rendah kolesterol low-density lipoprotein (LDL, bentuk dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular), dan rasio tinggi HDL (meningkatkan kesehatan kolesterol) untuk kolesterol total. Efek menguntungkan sorgum adalah karena sebagian pasokan yang kaya flavonoid, khususnya rutin. Flavonoid fitonutrien yang melindungi terhadap penyakit dengan memperluas aksi vitamin C dan bertindak sebagai antioksidan. Penurunan lipida yang ditimbulkan karena mengkonsumsi sorgum adalah sebagian besar disebabkan oleh senyawa flavonoid rutin dan lainnya. Senyawa ini membantu menjaga aliran darah, menjaga platelet dari pembekuan berlebihan / penggumpalan (trombosit adalah senyawa dalam darah yang, bila dipicu, mengumpul, sehingga mencegah kehilangan darah yang berlebihan, dan melindungi LDL dari oksidasi radikal bebas menjadi oksida kolesterol berpotensi tinggi pada serangan jantung dan stroke. Intinya , konsumsi sorgum melindungi terhadap penyakit jantung. Sorgum juga mengandung hampir 86 miligram magnesium dalam 150 cc butirannya. Magnesium melenturkankan pembuluh darah, meningkatkan aliran darah dan peredaran nutrisi sambil menurunkan tekanan darah ; suatu kombinasi sempurna untuk kesehatan sistem kardiovaskular.



Kadar Gula Darah Lebih Terkendali ,Menurunkan Resiko Diabetes

Magnesium organik dalam sorgum dapat menyebabkan pengendalian gula darah. Dalam tes yang membandingkan efek pada gula darah , remah sorgum utuh ( termasuk kulit ari dan isi biji ) dibandingkan dengan roti terbuat dari tepung gandum halus , sorgum utuh secara signifikan menurunkan glukosa darah dan respons insulin. Sorgum utuh juga jauh lebih cepat memberikan rasa kenyang. Kandungan Magnesium dalam sorgum telah diuji dan terbukti bisa menurunkan resiko naiknya gula darah sewaktu ataupun gula darah puasa pada ribuan responden. Mengkonsumsi sorgum tiga kali dalam seminggu dapat menurunkan level gula darah rata - rata hingga 28%. Sorgum juga merupakan sumber yang kaya magnesium, mineral yang bertindak sebagai co-faktor untuk lebih dari 300 enzim, termasuk enzim yang terlibat dalam penggunaan tubuh glukosa dan sekresi insulin.  


Membantu Mencegah Batu Empedu

Kandungan serat tak larut dalam sorgum mengurangi resiko batu empedu dengan sangat signifikan. Mereka yang makan makanan yang paling kaya serat tidak larut mendapatkan perlindungan lebih terhadap batu empedu: resiko 17% lebih rendah dibandingkan dengan orang yang kurang mengkonsumsi serat tidak larut.
Peningkatan 5 gram asupan serat tidak larut menurunkan 10% resiko terkena batu empedu.


Menangkal Radikal Bebas Sama dengan atau Bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan Sayur dan Buah 



Selama bertahun-tahun para peneliti telah mengukur kekuatan antioksidan dari beragam fitonutrien, mereka biasanya diukur hanya dengan " radikal bebas" berupa zat-zat yang larut dengan cepat dan segera diserap ke dalam aliran darah. Mereka tidak melihat " radikal terikat" , yang melekat pada dinding sel tanaman dan harus dibebaskan oleh bakteri usus selama pencernaan sebelum dapat diserap. Fenolat, antioksidan kuat yang bekerja dalam berbagai cara untuk mencegah penyakit, adalah salah satu kelas utama fitonutrien yang telah banyak dipelajari. Termasuk dalam kategori yang luas adalah senyawa seperti quercetin, kurkumin, asam ellagic, catechin, dan banyak lainnya yang sering muncul dalam jurnal kesehatan. Kelebihan sorgum adalah , bahan anti oksidan pelawan radikal bebas nya , dalam kondisi lebih mudah diserap tubuh , dibandingkan kebanyakan sayuran dan buah - buahan. Penelitian pada ribuan orang di Amerika telah membuktikan bahwa dengan mengkonsumsi sorgum secara rutin , dapat menurunkan resiko terkena kanker secara sangat signifikan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar