Rabu, 02 Juli 2014

STOK KOMODITAS DI SLEMAN AMAN SELAMA RAMADAN


TPID (Tim Pemantau Inflasi Daerah) Sleman, telah menjamin ketersediaan stok barang strategis selama Ramadan berlangsung dan menjelang lebarang 2014 mendatang. Hal ini diutarakan oleh Ketua TPID Sleman,Sunartono, pada Rabu (02/07/2014).

Dari catatan pihak TPID, ketersediaan seperti beras di wilayah kabupaten Sleman telah mencapai 17 ribu ton. Angka ini masih terpantau aman untuk jangka waktu dua bulang kedepan, dimana total kebutuhan yang diprediksi hanya sekitar 13 ribu ton. Tak hanya beras saja, bahan komoditas seperti telur dan sejenisnya juga dipastikan aman.

Namun demikian, untuk kebutuhan pasokan daging sapi, kedelai, bawang putih dan bawang merah mengalami defisit. Hal ini disebabkan karena bahan seperti kedelai tidak menjadi komoditas favorit masyarakat.
"Untuk kedelai memang kondisinya agak rawan, karena petani kita kurang tertarik untuk menanam komoditas tersebut. Kita akan berusaha untuk berembug dengan TPID Provinsi atau bahkan nasional. Jalan keluarnya, kemungkinan mendatangkan dari daerah lain di DIY atau bahkan mendatangkan impor. Hal ini juga berlaku untuk bawang merah dan putih serta daging," terangnya.

Sementara untuk kebutuhan energi, seperti elpiji dan BBM, dirinya juga menjamin untuk stok ketersediaannya. Untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2014 pasokan elpiji tabung melon(ijo), naik sekitar 4 persen. Dari kebutuhan normal sekitar 80.6812 tabung ditingkatkan 90.285 perhari. Sedangkan untuk kebutuhan tabung 12 kilo, pasokan masih tetap di angka 162.936 per bulan.

Dilain hal, Kepala Dinas Energi Sumberdaya Energi, Air dan Mineral (ESDAM) Sleman Sapto Winarno, mewanti-wanti tidak ada pihak yang memanfaatkan keadaan saat masa-masa ramadan serta lebaran. Pihaknya mengaku telah melakukan pertemuan dengan para agen-agen elpiji, untuk turut menjaga ketersediaan barang dan tidak "bermain" dengan pasokan stok.

"Kita sudah mengumpulkan para agen untuk tidak melakukan penimbunan elpiji tiga kilo, kalau terbukti ada yang bermain kami tidak segan-segan menindak," ungkapnya.

Untuk ketersediaan BBM dua bulan kedepan, Sapto menjamin bakal aman. Realisasi sampai bulan Mei 2014 penggunaan Premium masih sekitar 219.704 kiloliter (KL) dari kuota 238.003 KL. Sementara untuk solar, menghabiskan 55.792 KL dari pasokan yang ditetapkan 57.404 KL. Guna memenuhi kebutuhan BBM di kala lebaran tiba dari total kebutuhan premium sekitar 13.867 akan ditambah sekitar 40%. Dan penambahan solar sekitar 5%, dari estimasi kebutuhan sebesar 5.537 KL.

sumber infojgja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar